pointermos
Diagonal Resize" style="position:absolute; top: 0px; right: 0px;" />
Jumat, 22 Februari 2019
Selasa, 12 Februari 2019
UJIAN 4
1) Apa motivasi anda kursus di Widya informatika?
2) Tulisan Pesan dan kesan selama anda belajar di Widya informatika
3 ) Berapa persen ilmu yang anda serap selama proses belajar Internet?
jawabab
1) motivasi saya adalah suapaya saya bisa tahu perangkat komputer, baik dari perangkat lunak maupun perangkat keras, serta dapat mengoperasikan komputer, nah bukan hanya itu, disini saya juga bisa mengembangkan sekil saya selama satu tahun disini,
2) Tulisan Pesan dan kesan selama anda belajar di Widya informatika
3 ) Berapa persen ilmu yang anda serap selama proses belajar Internet?
jawabab
1) motivasi saya adalah suapaya saya bisa tahu perangkat komputer, baik dari perangkat lunak maupun perangkat keras, serta dapat mengoperasikan komputer, nah bukan hanya itu, disini saya juga bisa mengembangkan sekil saya selama satu tahun disini,
2) selama saya disini, saya merasa senang karna baik dari bsegi pelajaranya saya memahami, dalam segi lingkungan berteman disini kami di ajarkan keramah tamahan, yang membuat kami semua senang tiasa bertegur sapa.
yang sangat berkesan yaitu saya bisa berlomba-lomba untuk bisa mengerjakan tugas dari bapak maupun ibuk
yang sangat berkesan yaitu saya bisa berlomba-lomba untuk bisa mengerjakan tugas dari bapak maupun ibuk
3) kalo menurut saya pribadi. karna ini masih semester awal. apa yang kami pelajari masih dasar dan peroses belajar masih sekitar 50% maka saya baru bisamemahami sekitar 45%
Selasa, 05 Februari 2019
permaina anak jaman old
Cuma Anak 90an yang Tahu Serunya 5 Jenis Permainan Tradisional Ini!
Gak perlu mahal, dengan bahan-bahan sederhana, anak era 90an
bisa membuat permainan yang menyenangkan. Bukan itu saja, permainan yang
hits di kalangan anak era 90an dan awal 2000an sarat dengan
pembelajaran. Mulai dari mengasah keberanian, kemampuan, bahkan daya
konsentrasi.
Yuks mari bernostalgia dengan permainan-permainan tradisional berikut ini.
1. Gundu atau kelereng
lovelyajmi.com
Permainan yang satu ini biasanya digemari oleh kaum cowok-cowok. Eits, tapi para anak cewek juga memainkannya, bahkan ada yang lebih mahir ketimbang anak cowok.
Di
beberapa daerah ada yang menyebut permainan ini dengan sebutan "main
kelereng", ada yang menyebutnya "main gundu". Bermain kelereng atau
gundu ini membutuhkan kesabaran dan konsentrasi tinggi karena dalam
permainan ini kamu harus bisa membidik kelereng lawan dengan kelereng
yang kamu miliki. Permainan ini menjadi seru karena dimainkan secara
tim.
2. Lompat tali
idntimes.com
Nah, kalo permainan tradisional berikut ini umumnya dimainkan
para anak cewek. Dengan menggunakan karet gelang yang sudah digabungkan
menjadi panjang, anak-anak era 90an bisa bermain dengan gembira.
Biasanya dalam permainan ini 2 orang bertugas memegang tali, dan yang
satu bermain dengan cara melompat.
Dalam permainan ini anak-anak
bisa belajar mengenai kemampuan dan keberanian dalam menghadapi
tantangan. Sebabnya dalam permainan ini, biasanya posisi tali akan
berada dari tingkat terendah sampai yang tertinggi sehingga kamu harus
bisa melewati semua tingkat tersebut dengan kemampuan dan keberanian
yang kamu miliki. Gak itu saja, permainan ini juga bisa menjadi sarana
olahraga. Gak sekedar bermain, tubuh pun bisa jadi sehat.
Lanjutkan membaca artikel di bawah
3. Dakon atau congklak
biascahaya.blogspot.com
Di
beberapa daerah permainan tradisional ini disebut dakon. Ada pula yang
menyebutnya congklak. Permainan ini menggunakan papan congklak yang
memiliki 14 lubang yang berisi anak atau biji congklak. Siapa yang
berhasil mengumpulkan biji congklak paling banyak, dialah pemenangnya.
Butuh kesabaran dan kejujuran dalam permainan ini. Kalau ketahuan curang
mainnya jadi gak seru deh.
4. Petak umpet
blogunik.com
Nah,
kalau yang satu ini namanya adalah petak umpet. Satu orang bertugas
berjaga sambil menutup mata dan berhitung, sedangkan yang lainnya
bersembunyi di tempat yang tidak diketahui oleh penjaga. Keseruan pun
terjadi saat penjaga berhasil menemukan teman-temannya bersembunyi.
Tidak jarang dalam dalam permainan ini ada konflik kecil, seperti
penjaga mengintip saat menjaga sebelum hitungan selesai atau ada
seseorang yang memberitahu penjaga tempat persembunyian teman-temannya.
Nah, kamu bisa tebak deh gimana endingnya kalo terjadi kecurangan. Jadi, dalam permainan ini harus jujur ya.
5. Permainan tradisional engklek

Permainan
tradisonal yang satu ini biasanya dimainkan lebih dari 2 orang dan
setiap orang memiliki gilirannya masing-masing. Untuk cara bermain
engklek, pertama kita harus menggambar kotak-kotak di aspal atau tanah
tempat bermain engklek. Selanjutnya satu per satu pemain melompat
melewati kotak-kotak dari awal hingga akhir sampai ada yang terjatuh
maka akan dilakukan pergantian pemain. Nah, dalam permainan ini secara
tidak sadar anak-anak bisa bermain sambil berolahraga dan melatih
kekuatan mereka karena permainan ini cukup melelahkan, dimana ada saat
kita melompat dengan satu kaki saja.
Seru ya guys! Rasa-rasanya jadi pengen lagi balik ke zaman dulu deh.
METAMORFOSA KUPU-KUPU
INI ADALAH SALAH SATU PEROSES PERKEMBANG BIAKAN KUPU-KUPU .
SILAKAN MELIHAT VIDEO KAMI YA.
SEMOGA BERMANFAAT
MEBUAT ESKRIM SEDERHANA
NAH INI BISA DITIRU NI DI RUMAH. LEBIH SEHAT UNTUK KELUARGA...
KETERAMPILAN ITU PERLU.
SILAKAN TONTON FIDEO INI
Selasa, 29 Januari 2019
tips menggambar mudah untuk anak
nah kali ini saya akan berbagi tips menggambar mudah untuk anak anak ni. nah bagi orang tua yang anaknya gemar menggambar boleh ditunjukan video ini sama anak kalian.. anak suka menggambar itu mempunyai banyak imejinasi yang tinggi, apalagi di dukung oleh orangtuanya
Selasa, 22 Januari 2019
kerajinan botol bekas
nah kali ini saya akan soal mengenai pemanfaatan bahan bekas, salah satunya botol bekas, menjadi kerajinan yanfg unik dan bisa menjadi penghasilan juga loh... nah yang punya banyak waktu luasng ni bisa di salurkan kesini jugak.....
Selasa, 15 Januari 2019
Sejarah Pulau Penyengat
Nah
kali saya menceritakan sedikit sejarah pulau penyengat
sebagai
tempat SUATU hal yang tercatat dalam sejarah adalah bahwa mesjid ini merupakan
satu-satunya berkedudukannya peninggalan Kerajaan Riau-Lingga yang utuh. Harap
diingat, Penyengat pada akhirnya tidak saja seorang Yang Dipertuan Muda atau
semacam Perdana Menteri Kerajaan Melayu Riau-Lingga, tetapi juga tempat
kedudukan Sultan sejak tahun 1900 dengan segala macam pembangunan fisiknya;
sebutlah di antaranya berbagai macam istana, mahkamah, rumah sakit, listrik,
dan jaringan telepon yang tersedia sebelum abad ke-20.
Alkisah,
nama pulau Penyengat muncul dalam sejarah Melayu pada awal abad ke-18 ketika
meletusnya perang saudara di Kerajaan Johor-Riau yang kemudian melahirkan
Kerajaan Siak di daratan Sumatera (masih di Riau). Pulau ini menjadi penting
lagi ketika berkobarnya perang Riau (akhir abad ke-18) pimpinan Raja Haji
Fisabilillah yang pada tahun 1997 diangkat sebagai pahlawan nasional. Raja Haji
menjadikan pulau ini sebagai kubu penting yang dijaga oleh orang-orang asal
Siantan, dari kawasan Pulau Tujuh di Laut Cina Selatan.
Cerita rakyat menyebutkan, nama pulau tersebut diambil dari nama binatang yakni penyengat (sebangsa lebah), semula dikenal sebagai tempat orang mengambil air dalam pelayaran di kawasan ini. Konon, suatu kali para saudagar yang mengambil air di situ diserang binatang tersebut. Pihak Belanda sendiri menjuluki pulau itu dengan dua nama yakni Pulau Indera dan Pulau Mars. Kini pulau itu lebih dikenal dengan nama Penyengat Inderasakti.
Pada tahun 1805, Sultan Mahmud menghadiahkan pulau itu kepada istrinya Engku Putri Raja Hamidah, sehingga pulau ini mendapat perhatian yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Perhatian itu semakin mantap dinikmati Penyengat, ketika beberapa tahun kemudian, Yang Dipertuan Muda Jaafar (1806-1832) memindahkan tempat kedudukannya di Ulu Riau (Pulau Bintan) ke Penyengat, sedangkan Sultan Mahmud pindah ke Daik-Lingga.
Dengan pengalamannya sebagai pengusaha timah di Semenanjung Malaya dan selalu berpergian ke berbagai tempat sebelum diangkat menjadi Yang Dipertuan Muda, Raja Jaafar membangun Penyengat dengan cita-rasa pemukiman yang molek. Sejumlah pengamat asing menyebutkan, Penyengat ditata sebaik-baiknya tempat yang terlihat dari penyusunan pemukiman, keberadaan tembok-tembok, saluran air, dan jalan-jalan. Pada gilirannya, Sultan Abdurrahman Muazamsyah, tahun 1900 memindahkan tempat kedudukannya dari Daik ke Penyengat.
Dengan
demikian, bangunan-bangunan kerajaan terbiarkan, bahkan dijarah. Selentingan
dari penduduk terdengar cerita tentang bagaimana di antara para bangsawan
mengharapkan agar bangunan-bangunan yang ada hendaklah dirubuhkan daripada
diambil oleh Belanda. Tindakan semacam itu tidak mungkin dilakukan terhadap
Mesjid Sultan, malahan rumah ibadah ini dipelihara baik sebagaimana mestinya
sebuah rumah ibadah.
Caranya
adalah dengan membangun mesjid di atas tapak mesjid yang lama. Suatu mesjid
yang dapat meninggalkan zaman yaitu dapat digunakan mulai saat dibina sampai
kepada anak cucu mendatang. Seruan ber-fisabilillah itu sangat kuat bergaung,
setelah seruan serupa dikumandangkan dalam perang Riau, sehingga
berduyun-duyunlah masyarakat datang dari berbagai tempat untuk
bergotong-royong. Khusus pada sepekan pertama, para lelaki selain penjaga
malam, dilarang keluar rumah agar siangnya dapat menyumbangkan tenaganya untuk
mesjid. Akhirnya, pembuatan fondasi mesjid selesai dikerjakan selama tiga
pekan.
Tidak saja tenaga, mereka juga menyumbangkan makanan seperti beras, sagu, dan lauk-pauk termasuk telur ayam. Makanan itu berlimpah-ruah, bahkan konon putih telur sampai tidak habis dimakan. Atas saran tukang pada bangunan induk mesjid, putih telur itu akhirnya dicampur dengan semen untuk perekat batu. Itulah sebabnya mengapa banyak masyarakat menyebutkan bahwa mesjid tersebut dibuat dari telur.
Tidak saja tenaga, mereka juga menyumbangkan makanan seperti beras, sagu, dan lauk-pauk termasuk telur ayam. Makanan itu berlimpah-ruah, bahkan konon putih telur sampai tidak habis dimakan. Atas saran tukang pada bangunan induk mesjid, putih telur itu akhirnya dicampur dengan semen untuk perekat batu. Itulah sebabnya mengapa banyak masyarakat menyebutkan bahwa mesjid tersebut dibuat dari telur.
Kini kawasan mesjid itu berukuran 54,4 x 32,2 meter. Bangunan induknya adalah 29,3 x 19,5 meter, disangga oleh empat tiang. Lantai bangunannya dibuat dari batu bata tanah liat. Di halaman mesjid, terdapat dua buah rumah sotoh yang diperuntukkan bagi musafir dan tempat musyawarah. Selain itu terdapat juga dua balai, tempat orang biasanya menghidangkan makanan ketika kenduri dan untuk berbuka puasa yang disediakan pengurus mesjid setiap hari seperti juga tahun ini. Khusus bangunan induk, Raja Hamzah Yunus mengatakan, “Tidak ada perubahan semenjak pertama dibangun oleh Raja Abdul Rahman.”
Tak pelak lagi, keberadaannya memang amat lain dibandingkan mesjid semula yang terbuat dari kayu. Seperti dikisahkan dalam Mesjid Pulau Penyengat, semula mesjid itu berlantai batu merah empat persegi, sedangkan dindingnya terbuat dari kayu cengal (Balanocarpus heimii) yang didatangkan dari Selangor (kini masuk Malaysia). Atapnya terbuat dari kayu bekian. Hanya terdapat sebuah menara setinggi 12 hasta, ditambah sebuah kubah berukuran 17 hasta. Mesjid ini diberi pagar hidup dengan pohon-pohonan yang tumbuh merimbun.
Patutlah diakui bahwa bentuk Mesjid Sultan di Penyengat kini sangat unik. Sulit bagi orang untuk menentukan asal arsitekturnya. Ada yang mengatakan, mesjid ini bergaya India berkaitan dengan tukang-tukang dalam membuat bangunan utamanya adalah orang-orang India yang didatangkan dari Singapura. Tetapi yang jelas, arsitektur mesjid merupakan gaya campuran dari berbagai wilayah budaya seperti Arab, India, dan Nusantara. Dalam dua kali pameran mesjid pada Festival Istiqlal di Jakarta (1991-1995) disebutkan bahwa Mesjid Sultan ini merupakan mesjid pertama di Indonesia yang memakai kubah.
Terdapat 13 kubah di mesjid itu yang susunannya bervariasi seperti ada “kelompok” kubah dengan jumlah tiga dan empat kubah. Ditambah dengan empat menara yang masing-masing memiliki ketinggian 18,9 meter, maka dapatlah dijumlahkan bahwa bubung yang dimiliki mesjid tersebut sebanyak 17 buah. Ini diartikan sebagai jumlah rakaat dalam shalat yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam dalam sehari semalam yakni subuh (dua rakat), zuhur (empat rakaat), asyar (empat rakat), maghrib (tiga rakaat), dan isya (empat rakaat).
Keunikan di dalam mesjid masih banyak. Paling menarik perhatian adalah terdapatnya mushaf Alquran tulis tangan yang diletakkan dalam peti kaca di depan pintu masuk. Mushaf ini ditulis oleh Abdurrahman Stambul tahun 1867. Ia adalah salah seorang putra Riau yang dikirim Kerajaan Riau-Lingga untuk menuntut ilmu di Istambul, Turki. Disebabkan tempat belajarnya, penulisan mushaf Alquran itu bergaya Istambul yang dikerjakannya sambil mengajar agama Islam di Penyengat
Alquran tulis tangan lain yang ada di mesjid itu dan tidak diperlihatkan kepada umum, ternyata lebih tua yakni dibuat tahun 1752. Uniknya, di bingkai mushaf yang tidak diketahui penulisnya ini terdapat tafsiran-tafsiran dari ayat-ayat Alquran, bahkan terdapat berbagai terjemahan dalam bahasa Melayu terhadap kata per kata di atas tulisan ayat-ayat tersebut. Ini menunjukkan bahwa di sisi lain, orang-orang Melayu tidak saja menulis ulang mushaf, tetapi juga coba menerjemahkannya.
Tentu saja mushaf tersebut tidak dapat diperlihatkan kepada umum karena sudah amat rusak. Mushaf ini tersimpan bersama 300-an kitab dalam dua lemari di sayap kanan depan mesjid. Kita-kitab tersebut adalah sisa-sisa kitab yang dapat diselamatkan dari perpustakaan Kerajaan Riau-Lingga, Kutub Khanah Marhum Ahmadi, yang tidak terbawa bersama eksodusnya masyarakat Riau awal abad ke-20 ke Singapura dan Johor. Dalam suatu kunjungannya tahun 1970-an, Buya Hamka menilai bahwa buku-buku tersebut merupakan buku-buku penting yang tinggi nilainya dalam Islam.
Benda yang juga cukup menarik perhatian di mesjid ini adalah mimbar yang terbuat dari kayu jati. Sebuah sumber menunjukkan bahwa mimbar ini sengaja ditempah di Jepara, Jawa Tengah, sebanyak dua mimbar. Satu mimbar diletakkan di Mesjid Sultan di Penyengat ini, sedangkan mimbar lain yang berukuran lebih kecil, diletakkan pada mesjid di Daik. Jepara, memang sudah lama dikenal di Riau, bahkan misi dagang Riau yang dipimpin Raja Ahmad, sempat berada di wilayah itu tahun 1826. Di antara anggota misi ini adalah pujangga Raja Ali Haji yang keranda (peti mati) untuknya sempat juga dibuat di Jepara karena ia sakit keras ketika berada di situ.
Hasan Junus mengatakan, di dekat mimbar itu disimpan sepiring pasir yang dikatakan berasal dari Makkah al-Mukarramah, melengkapi benda-benda lain semacam permadani Turki dan lampu kristal. Pasir ini dibawa oleh Raja Ahmad Engku Haji Tua yang dikenal sebagai bangsawan Riau pertama mengerjakan haji tahun 1820-an, hasil perdagangannya di Jawa sampai ke Betawi. Pasir tersebut senantiasa digunakan masyarakat dalam upacara jejak tanah, suatu tradisi menginjak tanah untuk pertama kali bagi kanak-kanak.
penampilan suasana dalam Idul
Fitri dan lintasan sejarah yang dikandung Mesjid Sultan itu yang agaknya
“mengusik” hati orang luar datang mengerjakan shalat Idul Fitri atau Jumat
(lihat: Naksabandiyah dan Berbagai Kegiatan).
Pada gilirannya, kunjungan pendatang dari luar itu merupakan hikmah tersendiri bagi Mesjid Sultan. Ini terbukti banyaknya uang terkumpul dari infak dan sedekah pengunjung. Seorang pejabat Departemen Perhubungan di Jakarta beberapa tahun lalu sempat terkagum-kagum sambil mengatakan bagaimana sebuah mesjid yang berada di desa dengan mata pencaharaian penduduk adalah buruh dan pegawai negeri, memiliki kas di atas Rp 100 juta.
Keterangan terbaru menyebutkan, kas tersebut kini sudah membengkak menjadi Rp 200 juta lebih. Uang inilah yang dikelola untuk berbagai kegiatan seperti pendidikan keagamaan bagi kanak-kanak. Setiap bulan Ramadhan, pengurus menyediakan makanan berbuka puasa bagi 40 orang. Tak ada syarat untuk itu kecuali memang berpuasa dan memerlukannya. Selebihnya, dana tersebut diperlukan untuk memakmurkan mesjid.
Bayangkan saja, untuk memperindah mesjid, baru-baru ini dipasang lampu mewah pada dua menara mesjid seharga Rp 12 juta. Tak pelak lagi, dari Tanjungpinang, menara mesjid itu terlihat bagai mercusuar-seperti menjalani fungsi mercusuar sebenarnya agar orang tidak tersesat berlayar pada malam hari. Menaranya yang terang benderang terlihat seperti dua belah tangan yang mengaminkan doa ke langit, sekaligus mengingatkan orang akan wujud Allah.
Pengurus mesjid pula tampaknya tidak terlalu ortodoks terhadap pengunjung yang setiap hari mengunjunginya dalam angka relatif-dapat mencapai 1.000 orang pada hari Minggu atau pada hari libur. Mereka dipersilakan melihat-lihat keadaan mesjid setiap saat. Tentu saja, kegiatan melihat-lihat itu tidak lepas dari usaha agar tetap mengingatkan diri kepada Allah, sehingga seorang pengunjung tetap dituntut berlaku sopan. Pengunjung lelaki misalnya, tidak diperkenankan naik ke mesjid kalau hanya memakai celana pendek. Selain itu orang tidak dibenarkan mengambil foto di dalam mesjid.
BUDIDAYA SAGU DI KEPULAWAN MERANTI
asslamualaikum wr.wb
salam sejahtra bagi kita semua.....
nah kali ini saya akan menceritakan tentang sagu nih.
ngomong-ngomong soal mengenai sagu ya sudah pasti kepulawan meranti yang punya.
Sungai
Tohor, desa di Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Meranti ini
merupakan desa penghasil sagu. Warga setempat mengatakan bahwa Sungai
Tohor merupakan wilayah penghasil sagu terbesar di Indonesia. Sagu
merupakan bahan pangan yang diolah dari pohon rumbia. Masyarakat
Sungai Tohor lebih mengenal pohon rumbia ini dengan sebutan pohon
sagu. Selain menghasilkan pangan berupa sagu, manfaat lain dari pohon
sagu adalah limbah sagu yang dapat dijadikan pakan ternak, kulit
batangnya dapat dipergunakan sebagai kayu bakar, dan daunnya bisa
dimanfaatkan sebagai atap rumah.
Menurut
Abdul Manan (42) salah satu tokoh masyarakat Sungai Tohor, sagu merupakan
tanaman asli Desa Sungai Tohor yang sudah tumbuh sejak tahun 1904
atau saat pembukaan Desa Sungai Tohor. Barulah pertengahan tahun
1970-an pembudidayaan pohon sagu dilakukan secara massal.
“Sejak
1970 sagu mulai banyak ditanam masyarakat. Budidaya ini pertama kali
dilakukan di kawasan Simpang Kanan Desa Sungai Tohor,” jelasnya.
Pada
awalnya masyarakat melakukan budidaya sagu untuk memenuhi kebutuhan
pangan mereka saja. Namun seiring dengan naiknya nilai ekonomis sagu,
masyarakat Sungai Tohor mulai mengembangkan sagu menjadi produk lain.
Hal inilah yang membuat masyarakat Desa Sungai Tohor membangun
kilang-kilang pengelolaan sagu basah. Sungai Tohor terdapat 12 kilang
sagu basah dari 28 kilang yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi
Timur. Sebelum munculnya kilang pengolah sagu basah, tengkulak
menjadi penguasa hasil sagu masyarakat. Keberadaan kilang-kilang
inilah yang melepaskan ketergantungan masyarakat Desa Sungai Tohor
dari jeratan Tengkulak.
Sungai
Tohor sebagai penghasil sagu yang cukup besar terlihat dari produksi
sagu basah per bulannya saat ini mencapai 480 ton. Nilai ekonomis
sagu yang dinikmati 300 KK di Sungai Tohor ini mencapai Rp
864.000.000. Bahkan dari sagu ini mampu membiayai perjalanan haji
beberapa warga. Sejak 2011 produksi sagu basah mengalami penurunan,
warga menilai penurunan produksi sagu ini terjadi sejak adanya proyek
kanalisasi (2009) yang dilakukan oleh PT. Lestari Unggul Makmur,
perusahaan pemegang konsesi HTI (Hutan Tanaman Industri) yang merusak
ekosistem hutan rawa gambut, tempat tumbuhnya pohon sagu.
“Sebelum
adanya proyek kanalisasi PT. LUM, Desa Sungai Tohor mampu
mengahsilkan sagu basah tiap bulannya mencapai 600-700 ton,” jelas
Ridwan salah satu petani Sungai Tohor.
Produksi
sagu basah yang cukup besar ini sebenarnya menjadi potensi Desa
Sungai Tohor sebagai penghasil sagu yang memenuhi kebutuhan sagu
lokal dan nasional. Bahkan dalam skala tertentu sagu Sungai Tohor
menjadi komoditi ekspor ke Malaysia dan beberapa negara lain. Sadar
akan potensi sagu bagi kesejahteraan masyarakat Sungai Tohor,
masyarakat berkeinginan untuk mengenalkan dan mempopulerkan kembali
sagu sebagai produk pangan dan turunannya ke masyarakat yang lebih
luas. Baik di level lokal, nasional hingga internasional.
(Rio/Boy/Indra)
nah mungkin hanya itu yang bisa saya berbagi mengenai sagu di kepulawan meranti...
Selasa, 08 Januari 2019
Cara Menghemat Baterai HP Android Semua Merek
Cara Menghemat Baterai HP Android Semua Merek
1. Perhatikan Aplikasi yang Berjalan
Banyaknya aplikasi yang digunakan menjadi penyebab baterai smartphone
menjadi boros. Untuk itu, untuk hemat baterai Android ada baiknya kamu
selalu perhatikan aplikasi berjalan yang ditempatkan pada background.
Jika sewaktu-waktu kamu merasa baterai Android kamu cepat sekali habis, coba cek penggunaan baterai kamu dengan masuk menu Settings > Battery > Battery Usage.
Lihat aplikasi apa yang mengkonsumsi baterai paling banyak, dan silakan uninstall atau batasi penggunaannya secara bijak.
2. Hati-hati Install Aplikasi
Selalu perhatikan dan hati-hati akan aplikasi yang kamu install. Selalu baca baik-baik akses apa saja yang dibutuhkan oleh suatu aplikasi di smartphone kamu.
Beberapa aplikasi akan membuat baterai smartphone cepat habis karena terus-terusan melakukan ping lokasi Android kamu.
Jadi, ada baiknya kurangi meng-install aplikasi yang membutuhkan akses lokasi kamu.
3. Disable Aplikasi Bawaan
Salah satu yang tidak disukai dari vendor smartphone Android adalah fakta bahwa vendor sering menyematkan banyak bloatware pada smartphone besutannya. Kecuali yang pake stock Google, seperti Xiaomi Mi A1 atau Google Pixel.
Untuk lebih hemat baterai Android kamu, coba deh kamu disable bloatware dengan cara masuk Settings > Apps > Pilih Aplikasi > Disable.
4. Power Saving Mode
Jika kebetulan smartphone kamu sudah menggunakan sistem operasi Android Lollipop, kamu bisa menghemat baterai Android dengan masuk ke fitur Power Saving Mode.
Pada mode ini semua fungsi smartphone yang mengkonsumsi baterai kamu
akan dibatasi, dari mulai kecerahan layar, koneksi mobile, WiFi, hingga
lokasi.
Cara masuk Power Saving Mode adalah dengan masuk Settings > Battery > Battery Saver pada pengaturan smartphone kamu.
Jika kebetulan kamu menggunakan smartphone Samsung Galaxy terbaru, seperti Samsung Galaxy S8, kamu bisa masuk ke menu Ultra Power Saving Mode yang akan membuat tampilan Samsung Galaxy kamu jadi terlihat klasik.
5. Jangan Gunakan Live Wallpaper
Masih tentang wallpaper, cara menghemat baterai Android selanjutnya adalah dengan menghindari penggunaan Live Wallpaper.
Meski memang akan membuat tampilan smartphone kamu lebih hidup dan
menarik, tapi akan berimbas besar pada daya tahan baterai kamu
nah itu salah satu cara untuk menghemat batray...
SEMOGA BERMANFAAT.....
internet pertama ku
hay.... salamkenal untuk semua....
sedikit bercerita mmengenai pengalaman saya bisa mengenal INTERNET nih., sebelumnya saya mau memperkenalkan diri dahulu...
NAMA : M. CHAIRUL
PENDIDIKAN : ILMU COMPUTER WIDIA INFORMATIKA SELATPANJANG
USIA : 19
TEMPAT TINGGAL : JL WONOSARI. DESA SUNGAI TOHOR BARAT
nah itu biodata mengenai saya..
sedikit bercerita mengenai pengalaman saya mengenal internet. waktu itu sih usia saya kurang lebih 12 tahun, mau mengenjak masa remaja. disini saya sudah mulai diberi alat komunikasi yaitu hp. hp pertama yanga aku miliki yaitu NOKIA X2 yang sudah bisa membuka berbagai situs maupun berbagai aplikasi yang berhubungan dengan iternet. waktu itu aku di ajarkan sama teman sekelasku, dia sudah termasuk mapu untuk mebuka berbagai situs maupun aplikasi yang ada di hp ku. di antaranya ada facbook, google .yahoo', you tub, dan banyak lagi...
setelah saya sudah masuk di MTS AL-HIDAYAH barulah saya diajarkan soal mengenai internet, serta fungsi dan cara menggunakanya, semangkin tinggi saya berpendidikan semangkin pentingya internaet ini. dalam pembuatan tugas serata kabar berita dunia luar.
Langganan:
Postingan (Atom)







